Bulan suci Ramadhan adalah momen istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selama kurang lebih 30 hari, umat Islam menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Meski tidak makan dan minum seharian, tubuh tetap harus dijaga agar tetap sehat, bugar, dan produktif.
Sahur adalah “bahan bakar” utama tubuh selama berpuasa. Pilih makanan yang mengandung:
Karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, roti gandum)
Protein (telur, ayam, tahu, tempe)
Serat (sayur dan buah)
Air putih yang cukup
Karbohidrat kompleks membantu energi bertahan lebih lama sehingga tubuh tidak mudah lemas.
Dehidrasi adalah penyebab utama tubuh terasa lemas saat puasa. Terapkan pola minum 2-4-2:
2 gelas saat berbuka
4 gelas di malam hari
2 gelas saat sahur
Hindari minuman berkafein berlebihan karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
Puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Lakukan olahraga ringan seperti:
Jalan santai
Stretching
Yoga ringan
Waktu terbaik berolahraga adalah menjelang berbuka atau setelah salat tarawih.
Kurang tidur bisa membuat tubuh mudah lelah dan konsentrasi menurun. Usahakan tidur 6–8 jam per hari, bisa dengan tambahan power nap 20–30 menit di siang hari.
Setelah menahan lapar seharian, sering kali kita tergoda untuk makan berlebihan. Padahal, makan terlalu banyak sekaligus dapat membuat perut tidak nyaman dan tubuh terasa lemas.
Mulailah berbuka dengan kurma dan air putih, lalu makan secara bertahap.
Menjalani puasa di bulan Ramadhan tetap bisa dilakukan dengan tubuh yang sehat dan bugar. Kunci utamanya adalah menjaga pola makan, cukup minum, istirahat yang cukup, dan tetap aktif bergerak. Dengan tubuh yang sehat, ibadah pun menjadi lebih maksimal.
No Comments