Polda Banten Siagakan 3.972 Personel Amankan Arus Mudik di Pelabuhan Merak

3 minutes reading
Thursday, 5 Mar 2026 19:15 1 Dzikri

 

SERANG — Menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, Polda Banten menyiagakan ribuan personel guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar. Pengamanan difokuskan pada jalur strategis, khususnya kawasan penyeberangan seperti Pelabuhan Merak yang menjadi gerbang utama pemudik menuju Sumatera.

Kesiapan tersebut disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, Kamis (5/3/2026).

Maruli menjelaskan bahwa pengamanan arus mudik tahun ini dilakukan melalui Operasi Ketupat 2026 yang bertujuan menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

“Operasi Ketupat 2026 bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujar Maruli.

Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13 hingga 17 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 hingga 28 Maret 2026.

Untuk mendukung pengamanan tersebut, sebanyak 3.972 personel diterjunkan, terdiri dari 2.178 personel Polda Banten, 73 personel BKO Mabes Polri, serta 1.721 personel dari berbagai instansi terkait seperti TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Basarnas, PMI, dan relawan.

Pengamanan akan difokuskan pada sejumlah pelabuhan utama yang menjadi jalur penyeberangan pemudik dari Jawa menuju Sumatera, yakni Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan BBJ.

Selain itu, skema pengaturan pelabuhan juga telah disiapkan, di antaranya Pelabuhan Merak–Bakauheni untuk pejalan kaki, kendaraan pribadi, dan bus. Kemudian Pelabuhan BBJ–Muara Piluk untuk truk sumbu tiga, serta Pelabuhan Ciwandan untuk sepeda motor dan truk golongan lima dan enam. Sementara Pelabuhan KBS–Panjang disiapkan sebagai pelabuhan kontingensi apabila terjadi kepadatan.

Selain pengamanan jalur mudik, aparat juga mendirikan 39 Pos Pengamanan, 6 Pos Pelayanan, 2 Pos Terpadu, serta 2 Posko SAR di sejumlah titik rawan kecelakaan, kemacetan, dan kawasan wisata.

Maruli menambahkan, kesiapan juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana seperti banjir, gelombang tinggi, maupun cuaca ekstrem. Personel Samapta, Polair, dan Brimob telah disiagakan dengan perlengkapan pendukung seperti perahu karet, tenda darurat, dapur lapangan, serta peralatan SAR.

Untuk memudahkan masyarakat melapor, kepolisian juga menyiagakan layanan darurat 110 yang terhubung dengan sistem pemantauan laporan secara real time.

Selain itu, masyarakat yang hendak mudik dapat memanfaatkan layanan penitipan kendaraan gratis di kantor kepolisian.

“Pemudik dapat menitipkan kendaraan di Polda, Polres, maupun Polsek dengan menunjukkan bukti kepemilikan kendaraan. Kami akan memberikan tanda terima sebagai bukti penitipan,” jelasnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar mempersiapkan perjalanan mudik dengan baik, mulai dari memastikan kondisi kesehatan, memeriksa kendaraan sebelum berangkat, mematikan listrik yang tidak digunakan, hingga melapor kepada RT atau petugas keamanan setempat sebelum meninggalkan rumah.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, diharapkan arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.

“Mari kita wujudkan mudik yang aman melalui sinergi semua pihak sehingga tercipta Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” pungkas Maruli. (*)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Featured

Kontak kami

redaksi@madiundaily.com

Tentang Kami

MadiunDaily.com adalah media informatif harian terpercaya

LAINNYA