PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV
Tanjungkarang terus memperkuat komitmen dalam menjaga keselamatan dan keamanan
perjalanan kereta api pada masa Angkutan Lebaran 2026. Salah satu langkah yang
dilakukan adalah dengan melaksanakan pemeriksaan narkoba kepada para pekerja
yang bertugas di bidang operasional.
Kegiatan pemeriksaan narkoba ini dilaksanakan bekerja sama
dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung sebagai upaya memastikan
seluruh petugas yang terlibat dalam operasional kereta api berada dalam kondisi
prima, bebas dari penyalahgunaan narkotika, serta siap memberikan pelayanan
terbaik kepada pelanggan selama masa Angkutan Lebaran.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 27 pekerja menjalani
pemeriksaan yang terdiri dari perwakilan berbagai profesi operasional, yakni
masinis dan asisten masinis, kondektur, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska),
teknisi kereta api, serta pegawai stasiun.
Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat tes urine dengan enam
parameter, yaitu untuk mendeteksi kandungan amphetamine (AMP), morphine/opiate
(MOP), marijuana (THC), cocaine (COC), methamphetamine (MET), dan
benzodiazepine (BZD).
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, seluruh
Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) dan pekerja yang mengikuti screening
dinyatakan negatif dari penggunaan narkoba.
Manajer Humas PT KAI Divisi Regional IV Tanjungkarang, Azhar
Zaki Assjari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya
perusahaan dalam memastikan kesiapan sumber daya manusia yang bertugas di
lapangan, khususnya dalam menghadapi tingginya mobilitas masyarakat pada masa
Angkutan Lebaran.
“Pemeriksaan ini menjadi langkah preventif untuk memastikan
seluruh petugas operasional dalam kondisi sehat dan bebas dari pengaruh
narkoba, sehingga keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api tetap
terjaga,” ujarnya.
Divre IV Tanjungkarang menegaskan akan terus melakukan
berbagai langkah pengawasan dan pembinaan kepada para pekerja guna menjaga
profesionalisme serta meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,
khususnya pada periode Angkutan Lebaran 2026 yang diprediksi mengalami
peningkatan volume penumpang.
Dengan kesiapan sumber daya manusia yang prima serta
dukungan dari berbagai pihak, termasuk BNN Provinsi Lampung, Divre IV
Tanjungkarang optimistis dapat memberikan layanan transportasi kereta api yang
aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh pelanggan selama masa Angkutan Lebaran
tahun ini.
Artikel ini juga tayang di vritimes